Posts

Nomor Sembilan Belas

Image
    Kadang kala dalam hidup ini, Ingin sekali kudengar namaku yang disebut. Disebut oleh siapapun dan untuk hal apapun dalam kebaikan.Misal dalam rangka penerima undian berhadiah.Dan kali Ini adalah salah satu moment dimana aku begitu mengharapkan bahwa namakulah yang disebut.

Behind The Scene

       Ini dia Behind the Scene Lomba presenter/reporter 2nd anniversary UIN Todays. Setelah mengikuti seleksi tahap pertama yang diikuti oleh kurang lebih 100 peserta, akhirna terpilih 20peserta yang cantik-cantik & ganteng-ganteng.:) Selama dipelatihan 20besar ini, banyak banget hal yang bisa di peroleh. Anak-anak diajarkan banyak hal oleh mentor-mentor yang profesional dalam bidangnya seperti Mas Nimo dan Mbak Citra dari ADi tv beserta seluruh kru Suka Tv yang gokil abis.Kita dikasih tau tips-tips Live report dan juga gimana caranya jadi News anchor yang baik, benar & keren tentunya. Pelaihan dilakukan di gedung MP ruang PPTD UIN Sunan Kalijaga. Acara pelatihan berlangsung selama dua minggu (Dari tanggal berapa ya?? aku lupa). Selama itu pula timbul benih-benih persaudaraan     & kekeluargaan yang semakin mengikat diantara seluruh peserta & panitia penyelenggara. Tapi syangnya masih belum sampai ketahap Cinta L...

Di pantai ini

Dipantai ini, kubumikan segenap rasa yang membisu bersama kelapa dan ombak aku bercengkrama menghadirkan lukisan kau, dalam pikiran batin ini Dipantai ini, kupendamkan seutuh euforia yang menderu bersama angin dan pasir aku berbicara membawa kenangan kau, dalam mimpi-mimpi ini Dipantai ini, Kan kuterbangkan segenap luka yang membiru bersama ikan dan samudra aku berkelana membawa harapan baru, dalam cita-cita ini Lihatlah aku Dipantai ini, berlari-lari menyusuri ombak kecil ada sunset di ujung sana, juga sunrise -Krakal, 05 mei 2013   Gunung kidul

Aku-kamu & Kamu-aku

Kutemukan kata Kamu didalam sebuah frasa Kamu-hatiku kemudian menjadi klausa aku-cinta-kamu lantas menjadi kalimat utuh, aku-cinta-kamu-sekarang-dan-selamanya. dan jadilah paragraf Yang penuh dengan Aku-kamu & Kamu-aku Lalu setelah paragraf?? Akan kutulis sebuah cerpen ataupun Novel yang akan mengabadi jejak Aku-Kamu dari jilid satu sampai selanjutnya Hingga Maut Menyapa

Kamu, Paragraf & Puisi

Kamu itu seperti sebait paragraf yang berisi butiran kata-kata romantis, yang itu ditunjukan kepadaku. Menjadi sesuatu yang tak bosan aku baca setiap saat, Sesuatu yang tak kan jenuh aku ucapkan, dan kini telah ku hafal bukan hanya di dalam otaku, melainkan juga didalam hati. Kamu itu seperti puisi yang begitu dalam ketika dibacakan, Yang begitu menyentuh ketika didengarkan, Yang seolah menghipnotis setiap audiens yang hadir di dalam forum pementasan "puisi". Tapi hanya aku yang beruntung mendapat dorprize nya,,,,,, -Yogyakarta, 6 Desember 2012  Krapyak, depan Khufadz

SENYUM INTAN

Segar sekali Rasanya, Mendapati Air memercikan dirinya membasahi seluruh tubuhku. Aku memang membutuhkan mandi setelah seharian ini bergelut dengan hiruk pikuk aktivitas kampus. Kali ini aku sudah siap dengan Rencanaku  selanjutnya. Selesai Mandi, telah kudapati Yusuf temanku sedang sudah berada di kamar kosku.   “ Kamu gak ada acara kan fir? Ayo ikut futsal. Teman-teman yang lain udah nunggu.” Ajak yusuf   “Aduh Sory, Aku ada acara. Mungkin lain kali Suf”. Kataku   “ Yakin ga bisa? meskipun itu gratis?”.   “Serius men aku ga bisa”.  “Akhir-akhir ini kamu sibu terus. Tapi okelah kalau begitu. aku cabut dulu ya..“. Kemudian Yusuf meninggalkan kamarku.            Aku dan Yusuf merupakan teman baik selama ini. Dalam beberapa hal, kami mempunyai hobi yang sama. Salah satunya adalah Futsal. Sebenarnya Futsal gratis merupakan tawaran yang menarik buatku. Namun aku sudah memiliki agenda sendiri ...

Jangan Takut Hujan

Apa yang kan kau perbuat di bawah hujan? Kau hampiri sebuah pohon Pisang dan kemudian kau ambil daunya untuk menutupi atau memejamka mata, dengan merentangan tangan membiarkan air menyentuh setiap persendian tubuhmu seakan-akan ia sahabatmu, kekasihmu, dirimu yang memelukmu dengan rintiknya, menciumnu dengan derasnya Apakah kau takut Hujan? Dibawah Hujan Kau sembunyi, Memendam jerit memakan Hati hanya Berharap angin kan menerbangkan hujan, asal kau tau, kau kan ikut terbang dan kemudian terjatuh karena sayap yang dapat menyelamatkanmu, belum dapat kau temukan Jangan Takut Hujan Karena ada pelangi Setelahnya Jangan Takut Hujan Karna kau bukan hanya Hitam, tapi warna-warni seperti Pelangi -Yogyakarta, 21 April 2013   Perempatan Maga